Matahari Pertama di Bulan Syawal

Tags

, , , ,

Sudah jadi ritual saya setiap Idul Fitri naik ke atas rumah atau setidaknya tempat dimana saya bisa melihat matahari bersinar pertama kali di bulan Syawal.

Ditemani gema takbir dari segala penjuru mata angin. Duduk di atap rumah, menyesap aroma pagi nan sejuk dengan nuansa islami.

Kami mengagungkan namamu. Di hati. Bukan tanpa usaha, melainkan penuh dengan trial and error. Setiap takbir tahmid istighfar terucap, muncul puluhan potongan film yang membuat hati malu.

Memandangi bola kuning keemasan menggantung di sela-sela selendang langit biru kemerahan, bagaikan usapan hangat yang menenangkan hati.

Takbir masih terdengar.

Keriuhan yang terdengar dari dalam rumah kecil ini layaknya musik tema di sebuah film. Tidak lengkap menyambut hari nan suci ini tanpa diiringi keriuhan seisi rumah.

Mama, sang konduktor piawai yang memimpin kegaduhan sejak subuh. Suami, anak-anak dan cucu-cucunya sibuk menambah kekacauan.

Papa, layaknya pelayan setia di Kensington Palace, sibuk memastikan keadaan rumah agar selalu tertata rapih dan cantik.

Lebaran, ada di hati. Ditemani tetesan air mata. Kemenangan, terasa di hati bukan ditandai dengan bunyi bising petasan.

Saya tidak merasakan kemenangan itu. Ia tidak menghampiri saya. Saya telah melewatkannya.

Ramadan tahun ini, ada angka merah besar beruntun. Semoga angka merah ini yang akan menjadi pengingat ketika kaki ini khilaf menginjak batas garis taqwa.

Mohon maaf lahir dan bathin…

20140727-224320.jpg

Baby vs Kitten

Tags

, ,

Akhirnya wiken datang juga ^_^

Yang paling dinanti dalam seminggu ini karena kurang tidur. Ceritanya mau balas dendam seharian tiduuurrr ^_^

Beneran tidur habis sahur sampai jam 12 siang :D bangun2 headache and low hahahhahah dasar manusia serba salah dah, emang sesuatu yang kebanyakan itu memang nda bagus kata orang bijak :)

Mimpinya macam2, makan di mol sama sasha, mandi di kamar mandi tapi ko ada lava atau cairan panas ngalir, ada beberapa orang asing, rasanya ada seseorang sempat muncul di mimpi kalau nda salah..

Seharian jadi low gitu dah, Insecure.

Sore tadi bikin terong tepung gegara liat ada temen masak itu :D Dan ga ketinggalan bikin lumpia telor tahu :) my fave!! Dan selalu lebih cepat habis :))

Pas lagi masak itu, Nini belang ngekor terus di kaki, jilat2 kadang gigit juga hiks :’) nda taunya doi lapar, baru tau pas gw kasih biskuitnya langsung abis hahahhahha.. Makanya bilang dari tadi atuh :p

Selesai masak, beberes rumah, nyapu, ngepel minus beresin kamar.. Gatau kenapa malas bingit beresin kamar padahal biasanya kamar selalu nomor 1 diberesin @_@

Pas lagi ngepel Nunu Garfield cuma tiduran aja di kursi, biasanya lincah lari kesana kemari, uuhhh kenapa sih kamuuu :*

Nini Belang juga lemes gitu, tiduran di depan kamar mandi.. Hari ini tingkah kucing aneh2 deh, termasuk mama mereka, Sohee..

Malam harinya baru ketahuan kalau malam ini mereka akan dibawa tuannya yg baru T_T

Sebelum kejadian ini Lala Lilo juga bertingkah aneh sebelum dibawa ke tuan barunya, ngusel2 manja gitu :’)

Sekarang Nunu Nini punya rumah baru ^_^ Semua demi si dedek cuplis :’*

Gitu dah teorinya, demi kesehatan si dedek cuplis three musketeers mesti cari rumah baru :’)

Begitulah cerita hari ini, semoga besok mood sudah up lagi ^_^

20140719-232521.jpg

20140719-232543.jpg

Cerita di Balik Kencleng Wakaf

Tags

, , , , , , ,

Masih ingat kisah kencleng wakaf? Nah posting kali ini ngebahas tentang apa sih sebenarnya yang terjadi.. Tulisan di bawah sebenernya email yang si empunya blog kirim ke sahabatnya.. Si Meri ini ngerasa bertanggung jawab untuk ngasih tau ke temannya itu karena beberapa teman2 di kantor yang lama ikut andil untuk mengisi kencleng.

Hmm.. regardless segala cerita mistik dan kleptomania.. lesson learnt yang meri pelajari adalah supaya meri nda boleh sombong ketika melakukan perbuatan baik, amal ini itu, ibadah ini itu, puasa ini itu.. merasa tabungan pahala sudah bertambah banyak.. padahal pahala itu Allah yang menentukan.. siapa yang tau kalau ibadah dan amal seseorang diterima Allah? Nda ada yang bisa menjamin kan yah.. dan sifat buruk lainnya: su’udzon.. naudzubillah..

Bisa jadi pahala kita hangus semua karena 1 perbuatan yang tidak disukai Allah :(

Kencleng itu dibuat dari kayu tebel, tutupnya sendiri ada kurang lebih 2cm tebelnya, bawahnya kayu tebal juga yang digembok, kuncinya disimpan di panti. Mustahil bisa dibuka tutup.. pun lubangnya sulit dicongkel karena ketebalan kayu.. memang ada sedikit lecet di atasnya dan meri baru ngeh pas sudah lama..

Meri juga minta maaf kalau seandainya di hati terbersit kleptomania, karena mustahil untuk mencogkel isinya..

Beberapa waktu sebelumnya nyokap pernah cerita, ada tetangga suami istri yang hidupnya pas-pasan punya celengan di rumah selama beberapa tahun, pas di buka isinya kosong hanya ada recehan.. Meri nda tau detil pecahan berapa saja yang dicelengin.. Setelah itu nyokap nambahin cerita mistis tentang babi di dekat area rumah si tetangga.. <<< bumbu cerita yang nda penting, tapi bisa untuk ngetes, what would we think about wakaf story and the miss piggy story :D

Waktu dengar itu meri biasa aja.. karena merasa nda nyimpan uang banyak di rumah.. dan pernah kepikiran juga sih dengan kencleng tapi wallahu a’lam,, yakin Allah akan menjaga wakaf ini dari apa pun demi kebaikan..

Lepas dari cerita mistik macam itu.. Meri masih tetap menyisihkan uang, biasanya setiap bulan atau ada rejeki lebih.. pecahan biru dan merah.. selain meri ada mama juga yg ikut menyisihkan..

Kalau nda salah program kencleng itu dimulai waktu meri di jti sebelum resign, antara akhir 2011 atau awal 2012 dan diakhiri pada tanggal 12 Juli 2014, kurang lebih 2 tahun..

Pada hari mau menyerahkan meri masukin lagi 2 lembar 100.000, dari nyokap nambahin 1 lembar 100.000.. berarti pada hari itu ada tambahan 300.000

Yakin tabungan wakaf bisa mencapai 7digit.. tapi pas terima sms dari panti, total wakaf hanya 533.300.. meri konfirmasi lagi dan yah memang segitu saja ;’) Kenapa bisa ada angka 300? memang sengaja dimasukin koin supaya berisik, jadi tau kalau kencleng itu bergerak.

Istighfar.. kebayang kalau itu tabungan pahala yang kita rasa sudah banyak nda taunya pas di print nda ada saldonya..

Lillaahita ‘ala..

End

Lebih baik mengeluarkan rejeki orang lain yg dititipkan pada kita dengan ikhlas dari pada dikeluarkan paksa dengan cara tidak baik :)

Malam Pertama: Shock!

Tags

, , , , ,

“buat yang pulang mudik, biasakan ajak keluarga terutama anak2 untuk mampir ke masjid ya..” Ustad YM

Ide itu menarik untuk gw ikutin sekalian dokumentasi untuk diri sendiri kalau lagu kumat bandelnya. Walau nda punya kampung untuk dipulangkan, gw coba keliling Jakarta (yaelah sejauh2nya gw keliling Jakarta kemana sih? :p) Tiap Sabtu gw ajak Pipi shalat dhuha di At-Tiin, berharap menemukan tausyiah edodoee.. 5 kali ke sana tiap Sabtu nda pernah nemuin tausyiah yang ada malahan pernikahan :D

Pindah lokasi ke Sunda Kelapa, sama juga! kayanya emang musim kawin waktu itu ;p Bersama Eno, gw coba shalat di sana. Adem.. Sejuk.. Ngantuk zzz..zzzz..zzzzz….

Di Belitung juga menyempatkan diri untuk shalat di masjid yang dilewatin. Suasana kampungnya berasa bingit. Sukiiiiii… ^_^

Ramadhan tahun ini berasa dipanggil untuk pengakuan dosa deh T_T

12 Juli 2014
Bertepatan dengan milad Papa dan malam ramadhan ke 14, gw dan Nisa menghabiskan wiken ini dengan beri’tikaf di masjid At-Tiin mumpung belum masuk masa period dan masih sepi dari pemburu 10 malam terakhir ramadhan. Menjelang maghrib kami mampir dulu ke panti yatim dhuafa di daerah Hek-Jakarta Timur untuk menitipkan sedikit rejeki dan mengembalikan kencleng wakaf yang sudah 2 tahun diinapkan.

Karena hari sudah maghrib jadi nda bisa berlama2 dan harus segera berbuka. Maka kami sepakat agar jumlah kencleng cukup diinformasikan melalui sms saja. Kemudian pamit beranjak menuju kawasan TMII tepatnya di Green Terrace.

Baru beberapa meninggalkan panti, ada suara lelaki muda menyerukan salam “Assalamualaikum” dengan lantang beberapa kali. Gw jawab pelan tanpa mencari tahu asal suara tersebut.

Setelah menyebrangi jalan kami berhenti di depan bengkel mobil menunggu angkot. Tidak lama ada suara lelaki menghampiri

“mau kemana mba?” tanyanya. Noleh ke kiri ada mas2 lagi senyum gitu..
“ke masjid At-Tiin” jawab gw

Selanjutnya cuekin aja :D

Kebetulan ada angkot yang sudah ditunggu2. Wah lokasinya penuh sesak dengan yang berbuka puasa. Sambil menunggu ada tempat duduk yang kosong di rumah makan Bebek Renon, Nisa nyaranin untuk shalat maghrib dulu. Begitulah enaknya punya teman yang alim ;) selalu diingatkan untuk mengutamakan akhirat ;)

Selepas shalat maghrib kami dapat meja di luar. Pesan menu. ditengah menyantap makan malam, masuk sms dari Mba Juju yang mengabarkan jumlah wakaf. Pas baca angkanya gw kaget. Baca ulang. Hitung dijit. Jumlahnya ada 6 dijit. Bengong. Hitung ulang angkanya. masih tetap 6 dijit.

                                  (((((((((((((((((((((((((SHOCK))))))))))))))))))))))))))))

Sepanjang malam itu gw shock. Kepikiran mencari penjelasan logis yang bisa diterima otak. Untuk menceritakan ke Nisa saja nda sanggup. I need time to digest it.

Selesai santap malam kami menuju masjid At-Tiin dengan berjalan kaki. Kegiatan kami layaknya muslimah awam; shalat, mengaji, merenung, sambil sesekali curcol ;p

Di toilet. Sebelum mengambil wudhu gw taruh tisu di wastafel di samping perempuan usia sekitar 40an, selesai wudhu gw ambil tisunya dan si Mba itu melihat ke arah gw sambil senyum. Gw balas senyum, dan ternyata dia pengen minta tisu untuk mengelap peralatan makan yang abis dicuci. Oh okay, silahkan mba e :D Sambil ambil tisu si Mba basa-basi

Mba: Nginep sini juga?

Gw: Iya.. :) Mba juga?

Mba: ya,,Insya Allah, Sudah nginep dari kapan?

Gw: Baru malam ini, ini malam pertama saya… :D Mba dari kapan?

Mba: Oh.. ini malam kedua saya… Makasih ya Mba Tisunya

Gw: iya mba sama2.. :) Duluan ya Mba..

 

Basa-basi sih tapi si Mba banyak senyum gitu nanya ya, sekalipun basa-basi minta tisu heheheh ;p but it was nice ^_^

Lanjut ke lantai 2 untuk shalat Isya, Ketika memasuki pintu masuk ruang shalat berbarengan dengan seorang Ibu, Si Ibu ngelemparin senyum juga..

Si Ibu: Nginep sini juga teh? << sumpah gw demen bingit dipanggil “Teh” ;)))))

Gw: Iya Bu, Ibu juga nginep?

Si Ibu: Iya, sudah dari kapan nginepnya?

Gw: ini baru malam pertama saya Bu :D Ibu sudah dari kapan?

Si Ibu: Saya dari hari puasa pertama di sini Teh..

Gw: Wah! hebat dari malam pertama, setiap suasanya seperti in ya Bu?

Si Ibu: Iya.. bla bla bla…

I dont remember the next topic we’re talking about that nite :p

Untuk sahur malam ini gw beli ayam goreng di RM Sederhana. Asin jeh ;p ga pake bumbu, kuah atau sambel, ayam thok sama nasi. Sambil menikmati sahur bersama Nisa di selasar, ada seorang Ibu menghampiri nanya dimana kami beli makanan sahur. Aaahh sayang bingit, kita beli sahur pas maghrib jadi pas sahur nda perlu ke luar lagi. Mau menawarkan bekal sahur ke Ibu tapi sudah acak2an, dan nda ada apa2 lagi untuk dibagi :( hiks.. Bodohnya lupa ngasih tahu ke Si Ibu kalau di depan gerbang masuk masjid ada penjual nasi goreng biasanya.

Selesai makan sahur kami kembali ke ruang shalat, gw lihat ada  seorang Bapak2 bergegas mau masuk ke  ruang shalat perempuan tapi langsung belok ke arah gw dan Nisa. Ternyata si Bapak muda mau minta tolong untuk bangunin seorang Ibu bernama Bunga, mungkin istrinya.

Si Bapak: Mba.. Mba.. boleh minta tolong?

Gw: kenapa Pak?

Si Bapak: minta tolong untuk bangunin Ibu Bunga yang lagi tidur di situ yah (sambil nunjuk ke kumpulan Ibu2 yang masih tidur dan terus ninggalin kita yang masih bingung)

Gw: (nengok ke arah si Bapak nunjuk, etdah banyak aja Ibu2 yang masih tiduran, jadi gimana gw tahu Ibu Bunga yang mana? gw panggil lagi Si Bapak) Pak.. Pak .. yang mana orangnya?

Nisa: gimana tau Ibu Bunga yang mana?

Si Bapak: itu yang di situ, panggilin aja namanya BUNGA..

Gw dan Nisa cuma lihat2an. Tapi tetap berjalan menuju ke kumpulan Ibu2 yang masih tidur. Sambil nunjuk untuk mastiin kalau Ibu Bunga adalah yang Bunga bukan yang Daun :D Ternyata Ibu bunga itu yang tidur tepat di pintu masuk si Bapak mau masuk tadi. Cuma 5 langkah dr pintu masuk. hahahha.. padahal si Bapak tinggal masuk aja :D

Malam itu suasananya dapet bingit. Sepi, walau masih terdengar suara tarikan gas motor. Nda terlalu banyak yang nginap. Lampu gelap temaram. Mau shalat, ngaji, doa, ngakuin dosa, nangis, apa aja yang dari hati dibolehin adal jangan meraung2. Sesekali keingetan dosa, rasanya malu sampe ke dalam hati.. semua khilaf muncul satu per satu.. Setetes Dua tetes meleleh juga kalau inget dosa..

Gw baru ngeh kalau gw sering ngebathin hal yang nda baik dan akhirnya ketula sendiri. Sering komen tentang perbuatan atau penampilan orang lain. Suka bikin nangis Mama. Hadeh banyak deh sentilan sentilun yang gw sadarin.. Malam itu gw coba untuk nahan pandangan dan ucapan.

Kondisi hati malam itu mungkin lagi di level Zero, ga hepi berlebihan dan ga sedih berlebihan, normal, stabil, ga liar.. Iya ga liar dan ga menggebu2 dalam melakukan sesuatu tapi ngerasa dosanya banyak bingiiittt. Nyadar kalau sering merugikan orang lain dan mau memang sendiri. I like that feeling. I wish it’d stay forever.

Sebenernya gw rada takut, takut kalau Ramadhan akan berakhir, takut setelah keluar dari masjid, keadaan gw akan balik ke keadaan sebelumnya. Liar. Negatif. Ngoyo ini itu. Jelek deh. Ooohh Tuhan kenapa Ramadhan cuma sebulan?

Selesai shalat dhuha kami pulang sekitar jam setengah 8 pagi, Masya Allah langit di luar keliatan adem kalem anteng karena subuh tadi sempat hujan kecil. Baguuuuuuuuuusssssssss bingit T_T bikin pengen duduk diam di luar masjid sambil merenung lagi ^_^ Etapi si Nisa malah komentar: Enak buat tiduuuuurrrrrr hhahahahah..

Setelah nungguin Nisa naik angkot, gw naik angkot 02 sampai Hek, lanjut 03 di pertigaan BangJo. Di pasar induk seperti biasa sopir suka menawarkan jasa ke pedagang yang bawa berkarung2 dagangan. Pak Sopir bawa angkotnya pelaannn, sementara itu dalam hati gw bergumam “jangan naik.. jangan naik..” karena kalau naik bakalan sempit dan biasanya bau -_- Jahatnya gw, baru aja insyaf T_T

Untunglah beberapa pedagang nda ada yang mau, dalam hati gw masih tetap bergumam “jangan naik.. jagnan naik..” tapi aaaahhh naik juga Si Bapak ini. Untungnya bawaan si Bapak cuma setengah karung. Gw persila untuk duduk si samping gw deket Pak Sopir.

Masih asyik sama pikiran sendiri dan menikmati cuaca Minggu pagi yang adem ayem ini Si Bapak ngajakin ngobrol

Si Bapak (SB): Mau kuliah dek?

Gw: Ngga Pak, Mau pulang..

SB: oohh kirain mau kuliah..

Gw: (ini hari Minggu lho Pak, emang ada kelas yang buka yah?)

SB: Abis dari mana?

Gw: dari masjid At-Tiin Pak..

SB: ohhh.. ada siapa yang ceramah di sana?

Gw: kebetulan ga ada ceramah Pak, cuma I’tikaf biasa aja..

SB: oohhh (SB senyum sambil manggut2) enak yah ke masjid.. adeemm ayeemmm.. keluarga damai… Bapak suka… (sambil elus2 dadanya sendiri matanya menerawang keluar) (sebenernya gw kurang denger SB ngomong apa tetiba aja kedengeran “bla bla adeemmmm..”)

Gw: eh iya pak enak.. (gw ikutan senyum biar keliatan nyambung)

Selanjutnya gw lupa ngobrolin apa aja :D

Pas mau turun gw pamitan sama SB, SB sopan banget.. gw sampe malu hati lho sama diri sendiri, pulang dari masjid tapi masih aja berburuk sangka sama orang yang ga dikenal. istighfar..

Aaahhh hari itu terasa indah dan ngena di hati gw.. Beberapa orang asing memulai pembicaraan dengan gw. Fyi, aura gw itu jutek, dan nda banyak yang mau nyapa gw. Tapi hari itu pengecualian. Luar biasa, dan gw sendiri sampe heran kok orang2 ini mau2nya sih nyapa gw yang lagi kusut dan berantakan. Bahkan ngajakin ngobrol segala ;’)

Alhamdulillah, Terima kasih ^_^

 

Candid by Nisa

Candid by Nisa

 

 

 

 

Kamu Pikir Masalah Kamu yang Paling Berat?

Tags

, , , , , , , ,

Pasti sering deh kita apalagi gw, menganggap masalah yang tengah dihadapi adalah yang terberat di alam semesta ini.

Setelah gw pikir ulang ternyata persoalan hidup yang tengah gw alami sekarang nda seberapa dibanding hal-hal yang gw dengar dalam beberapa hari terakhir. Untuk meringankan hati sebaiknya diobati dengan bersyukur. Kata ustadz Salim, bersyukur itu merupakan nikmat ;)

List yang patut disyukuri, Cekidot!

1. Brazil
Sebagai manusia yang tidak mengikuti perkembangan sepak bola, pas nonton Jerman ngalahin Brazil 7-1. Tetiba hati gw mulai terangkat dan terasa ringan. Kebayang bingit betapa malu dan beratnya hati Brazillian hari ini T_T

“Masalah gw ga seberapa dibanding rakyat dan pendukung Brazil”

Kalimat di atas mampu membesarkan hati ^_^

2. Nyoblos
Yaa ini bukan masalah sih ;) selepas shalat subuh, muter film di laptop. Mata nda kuat, ketiduran lah.. Sempat mimpi random dan bergerak sangat cepat. Endingnya menyedihkan. That was the saddest and worst dream I ever had. Alhamdulillah tepat saat itu dibangunin mama untuk nyoblos dengan wajah sumringahnya ^_^

“Ayoo bangun kita nyoblos yuk..”

Belum pernah lihat senyum mama selebar itu waktu ngajakin nyoblos, biasanya rewel abis dah :p

Bangun dari mimpi buruk, lihat senyum di wajah mama, dan inget kalau hari ini nyoblos sambil ngarep Jokowi yang terpilih jaid presiden, suasana hati berubah riang.

“Yeaaiii gw punya presiden baru!! Yeeiii gw punya presiden yang manusiawi (maksudnya penuh kekurangan)!! Yeeeiii gw punya presiden yang murah senyum (bikin hati tenang walau negeri carut marut)!! Yeeeiii gw punya presiden yang doyan kerja (bukan yang cuma asal delegasi)!! Yeeeiii gw punya presiden yang low profile (penampilan ber-budget)!! Yeeiii gw punya presiden yang mukanya ga ganteng :p”

Ya itulah salah satu hal yang mampu membuat gw masih bisa tersenyum riang ^_^

3. Keponakan baru
Yap!! InsyaAllah di keluarga ini akan diramaikan bayi lagi :) makin ramailah keluarga Hasyim ,alhamdulillah ;) the unborn baby hadir di scene mimpi buruk pagi tadi, ya lengkap apa emaknya lah masa babynya aja :D seharian ini gw jadi ngelus2 perut ade gw terus.. “Ayuk dek keluar, temenin tante yaaahhh”

4. Ramadhan
Eh iya ini urutannya nda menentukan the most and the least yah,, random aja :D keingetan dosa-dosa yang gw semai di hati dan tumbuh subur di perbuatan gw :'(

kalau bayangin betapa dosa itu nyata, maka pahala pun nyata.
Kalau hukuman itu benar ada, maka ampunan pun benar adanya.
Kalau surga itu benar eksis, maka pasangan surga pun eksis.

Jadi keinget kalimat sakti ini “tiada yang abadi di dunia fana ini.” Siksaan neraka jahannam itu yang abadi. Hih. Naudzubillah jangan sampai kita nyicipin yah :’)

Fokus yuk! Fokus ibadah di bulan baik ini.

7. Plafon kamar
Iya, kemarin malam bolong gegara kucing kejar-kejaran. Tadi sore sudah dibenerin papa ;) alhamdulillah..

10. Libur
Aha! Hari ini libur bisa bebas tidur hahahaha.. Ngantuk itu salah satu harta termahal, apalagi kalau sampai langsung tertidur pulas hmm… Ngalamin sampai 2 kali zzz…zzzz…

13. Lumpia telur
Akhirnya kesampaian juga bikin lumpia telur bareng Sasha. Yang bikin bangga itu karena gw bisa goreng hingga warnanya coklat keemasan, nda ada yang gosong ;)) plus nda berminyak, kering! Jadi setelah dimasak langsung ditirisin beberapa menit dan disajikan dipiring agak berdiri sedikit (bukan ditidurin) jadi sisa minyaknya ngumpul di ujung bawah ;)

17. Rumah rapih
Kalau ada papa dijamin rumah beraih licin mengkilap dah ^_^

21. Bun Bun’s smile
Balita paling gemesin di kampung sini. Seneng aja lihat tingkah lakunya apalagi sekarang sudah bisa ngomong “pa.. Pa… Pppaa…” Plus Bun Bun hatinya lagi riang, jadi banyak senyum ^_^

23. Teraweh sekeluarga
Malam ini The Hasyim nda ke masjid langganan, karena mama cape, jadi ya kita ngadain shalat jamaah teraweh di rumah aja deh ;)

31. NUNUs
Lisa: Nunuuu.. Sini… (Ade yang lagi hamil manggil kucing yang mirip Garfield)

Kucing: •lagi ngusel-ngusel di kaki gw yang lagi goreng lumpia. Denger suara ade gw, dia nengok, trus nyamperin•

Lisa: ehh.. Siapa yang manggil kamu? Orang manggil yang lagi masak weee :p •sambil ketawa nunjuk ke arah gw• tuuuhh yang lagi masak namanya Nunu juga :)))

Gw cuma ketawa aja denger Lisa ngeguyon •i miss my sister• ;’) iyap nama kecil gw itu Nunu, mungkin hasil mutilasi dari nama tengah gw “NUrani” kali yaaaah,,, ;)))

Masih banyak lagi yang bikin seneng, kaya selesain baca surah Al Isra’, nda sengaja baca buku Laa Tahzan, akhirnya baru tahu kalau mama milih no. 1 hahahhahaha semalaman dicengin terus sama suami dan anak2nya ;p

Apapun pilihan mama, we still love you ma, we are family ^_^

Salam ngantuk ;)

Berkah di tengah Hujan dan Macet Jakarta

Tags

, , , , , , ,

Gw bener2 bersyukur kemarin dikasih kemudahan di tengah kepungan banjir dan macet yang mengurung Jakarta. Setelah berjibaku dengan THR selama seminggu, final juga ^_^

Cape, ngantuk, lapar. Mampir dulu ke sevel beli pisang dan astor untuk cemilan di bis. Eng ing eng, keluar dari sevel mengedarkan padangan ke jalan raya, wow semrawut sangat! kendaraan stuck ga bisa kemana2 dan eh? apa itu? huahahhaha rejeki, ada yang lucu di dalam mobil avanza silver. Untung aja udah bedug ;p The best-nya lagi karena yang lucu itu juga ngeliat ke gw ;p oopss..

Kalau naik kopaja langganan untuk keluar dari Woltermonginsidi ke Benhil mungkin bisa 1 jam kali yah.. pas lagi nunggu kopaja, ada 1 tukang ojek lagi ngetem di malam hujan gerimis gini. Dan tanpa melalui fase tawar menawar ongkos, doi langsung mau nganter gw ke Komdak. Pakai minta maaf pula karena helm-nya agak basah, ndapapah Mas yang penting saya sampe tujuan dalam waktu 10 menit ;p

Menyebrangi jembatan semanggi, ga lama langsung ada bis AC ke arah rumah. My lucky day ;) ndapapah mesti duduk di tangga yang bau pesing. Eh? kok bisa bau pesing yah? hih! tapi ya sudahlah, gw ngantuk bingit itu malam, pengen deh rebahan. Sambil duduk mojok di bawah gw ngabisin risol mayones dan pisang. Alhamdulillah nikmaaaatttt ^_^

Terimakasih ya Tuhan ^_^ sudah bandel2 gini masih aja dikasih nikmat kemudahan T_T kalau kaya gini jadi pengen sebarin kemudahan ke orang lain di sekitar juga deh.. yuk ;)

Juli ke Juli

Tags

, , , , , , ,

Waaahhhhh nda terasa sudah setahun yah ^_^

Setahun yang lalu di bulan Juli 2013 lagi sering bolak-balik ke RSIA di jalan Saharjo dan RS Agung di Manggarai. Yap, sama2 pas lagi puasa juga. Kalau diingat2 yah, I really thanks to Allah for all I have.

Pasalnya, di kantor yang baru sebagai anak baru di jenis perusahaan baru dan jobdesc baru ini gw beneran sendirian nda punya bos. Cuma ada rekan 1 tim yang cuek hiks T_T
Jadilah gw mengajukan ke bigboss untuk merekrut 2 teman baik gw untuk bantu itungin THR dll.

Seberapa berantakannya ruangan gw? terkadang ga bisa nemuin meja kerja sendiri. Mesti disiakin dulu tumpukan kertas baru bisa kerja. Geser bangku aja kaya geser pintu gerbang istana negara yang macet. Bukan karena berat, tapi kursinya sudah ga bisa digeser lagi saking sempit itu ruangan.

Ish itu mau cerita apa ko jadi ke situ nyasarnya? :D

Etapi jadi kebayang kan betapa sok sibuk dan kedernya gw sebagai anak baru? dengan list pekerjaan yang panjang bahkan di hari wiken mesti masuk, gw mesti sering ijin ke 2 RS itu.

Dengan kondisi carut marut beradaptasi dengan planet baru ini, Allah ngirimin orang baik agar gw ambil inisiatif angkat myom melalui asuransi kantor. Jujur gw ga kepikiran untuk manfaatin benefit ini (maklum anak baru, masa sudah berani ambil jatah ;D ). Selain itu juga karena gw sudah beberapa bulan proses di RSUD di daerah Cawang. Setiap subuh nyokap ngurusin dan nemeni gw bolak balik ke RSUD demi bisa dapetin operasi gratisan. ;’) Mama I love you..

Skenarionya ga semulus cerita di atas, terakhir gw ke RSUD sempat berantem ama suster judes. Hih! sumpah judes banget. Astaghfirullah puasa lho Merr ;p Gw ga pernah ngebalikin judesan orang dengan cara yang sama (gw judes dengan style gw sendiri), tapi tidak berlaku untuk nyokap. Habislah si suster dilabraknya.

Setelah kejadian itu, masuklah orang kiriman itu ke kehidupan gw. I gave it a try. Alhamdulillah di-cover semua mulai dari Pre-Ops, Ops, Pasca Ops.

Di usia yang masih muda bangeeettss ini, bolak balik sendirian ke RSIA liatin anak2 bayi dan balita seliweran, banyak newlywed, suami siaga yang nemenin istrinya checkup sensasinya luar biasa. Beneran, ini moment yang tepat for asking myself the WHY question in positive way ;’)

“Nak, cepatlah kau turun, masih betah kau di atas sana? Ayo sini turun, temeni aku di sini yah ;)” <– nyelipin doa, ndapapah tho doa sekalipun status masih single ;p

BTW, Allah ngasih spirit ke gw untuk jalanin itu semua. Keluarga dan teman2. Tanpa mereka dari mana gw bisa dapet semangat?

Setahun sudah berlalu, tahun ini di bulan Juli, masih tetap bolak balik ke RSIA. Dan masih tetap sendirian, alhamdulillah. Beginilah cara Allah untuk ngebentuk rasa syukur di hati gw. Ngebathin ini itu sih sudah pasti, namanya juga manusia yang kodratnya suka mengeluh.

Tapi jadi bikin gw mereview kembali hubungan gw dengan orang tua, terutama nyokap. She's so lucky for gave birth 3 children. Especially her super awesome first daughter hahahha maaff :D

Baru bulan lalu di kritik sama Ortu tentang prilaku gw yang suka begitu (niiiitttttt sensor). Walaupun nda ada niat untuk menyakiti tetap harus hati2 bertingkah laku terhadap orang tua. <– macam pelajaran PMP memang ;p

Again, yang namanya mereview hubungan dengan orang tua itu ga bisa sekali dua kali saja dalam hidup, apalagi pas lagi inget aja. Mesti sering2 nundukin hati dan ego. Hati2, apalagi sama orang tua perempuan yang pernah mengandung kita.

Bukan gelar sekolah anaknya yang membuat mereka bangga. Bukan kekayaan anaknya yang mengembangkan senyum mereka. Bukan kedudukan anaknya yang membuat mereka nyaman. It is how we treat them as parent. Bagaimana kita memperlakukan mereka sebagai orang tua. Bukan pelengkap isi rumah. Seseorang bisa memilih dengan siapa saja mau berteman, tapi kalau orangtua mana bisa milih?

I feel like Im talking bunch of bullshit, I'm writing this, but I dont know how they’re feeling right now..

Rumah Kontrakan Baru (bagian 5)

Originally posted on Notebook:

Ngomongin rumah kontrakan baru memang nggak ada habis-habisnya ya…. Hihihi…..  Mungkin kalian udah bosan baca judul ini lagi. Nggak usah baca postingan ini deh kalo emang bosan. ^_^

Hari ini tepat 6 bulan gw pindah ke rumah ini. Nggak kerasa ya setengah putaran musim itu berlalu cepat bgt. Wkt gw pindah ke sini siang itu panjang, jam 7 lebih juga masih terang, sedangkan sekarang siangnya pendek bgt, jam 4 lebih aja udah gelap. Trus gw juga udah ngalamin hari-hari di mana udara tuh panas banget sampe gw harus buka pintu malam-malam. Sedangkan sekarang udara dingiiiinnnnn bgt sampe gw udah nutup pintu pun gw masih kedinginan di dalam.

Dan sialnya, semakin lama gw semakin suka. Padahal gw tahu bhw gw bisa tinggal di sini cuma sampe tanggal 31 Maret 2013. Hari perpisahan itu semakin dekat. Bila mengingat bahwa hari itu akan datang, bawaannya pengen nangis melulu deh. Ya udahlah, nikmati apa…

View original 558 more words

Here..

When I get mad I know where to go..

Here..

This is a place where I want to be.

To think.

How to deal with the world.

There was a place I used to hide.

To express how I feel when the world can not accept me.

Until that night..

Here I am, carving the broken thoughts.

Glad to be here :)

Recehan Vs Kenek

Kamis, 22 Mei 2014 10:09 WIB

Sejak senin hingga kemarin Rabu mood Bubos lagi nda bagus. Pagi ini sudah agak lumayan setelah dapat titah menggantikan Pakbos menghadiri seminar i-Assess di JW Marriot. At least Bubos bisa menghirup udara segar, nda cuma di kantor saja :D

Mood yang jelek itu bisa menular lhoo.. Dan kalau sudah begitu, biasanya saya kirim email ke temen2 JT* dan teman sejak SMA Si Butet Elvi. Ngobrolin apa saja deh yang bisa lifting my mood up ^_^

Pagi ini saya agak sial, mungkin karena lupa baca doa :D Keluar rumah lebih awal. Karena yang lebih dahulu muncul bis jadul, yowis naik ini sajalah dengan berbekal harapan akan tiba di kantor lebih cepat. Ternyata meleset, di kawasan TMII muaacceetttnya parah bingits :( 45 menit sendiri terjebak di sana. Fiuuuuhh..

Belum lagi di tol keluar Polri ditangkap polisi. Keluar Uki, lagi2 lalin lebih macet dari hari biasa. ya salaaammm *tutup muka* :D

Nah, sekarang masalah ongkos nih yah.. saya selalu menyiapkan uang pas atau setidaknya lembaran 10 atau 20 ribuan. Tapi karena hari ini buru2 kepingin bingits sampe kantor cepat supaya bisa pulang lebih tenggo, jadi tidak sempat menukarkan/membelanjakan uang supaya menjadi recehan. Jadilah membayar dengan lembaran 100ribu. Karena sepi penumpang, bisa dimaklumi kalau kenek kekurangan uang receh untuk kembalian. Biasanya sih mereka akan tukar di loket penjaga Tol. Ga yakin apakah kenek yang terhitung masih berondong ini sempat nukarin uang atau ngga, karena ketika saya tanyakan lagi dia bilang masih belum ada recehan. Dan dia minta “goceng”, anehnya setelah saya berikan dia ga mau terima dan ngeloyor ke arah sopir. hmm…

Oke, saya tunggu sampai nanti keluar Komdak apakah akan dikembalikan. Cuaca hari in seperti biasa: panas bingits :p Dan bis jadul yang mengklaim sebagai bis ber-ASE ini sebenarnya tidak ber-ASE, alih-alih mengeluarkan angin yang dibilang dingin pun ngga :’) hahahaha.. tapi tarifnya sama seperti tarif bis-ASE. yaa.. Jakarta :D

Macet. Panas. Ngetem. Kembalian belum dikasih.

Sudah sampai di Komdak Si Kenek ABG ini mulai bergelantugan di pintu untuk memberi aba-aba menepi. hmm.. ini sih mesti disamperin.

“kembalian.”

“Uangnya berapaan?”

“Seratus.”

Si Kenek langsung merogoh kantong dan memberikan uang kembalian yang sudah ada dan disiapkan pas.

Begitulah cerita saya di pagi yang cerah ini ;) v

Image

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 241 other followers